Showing posts with label
Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan.
Show all posts
Showing posts with label
Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan.
Show all posts
Sebuah kelompok yang dimaksudkan sebagai wadah saling menopang dalam mengadapi perilaku kecanduan dapat disebut sebagai Kelompok Pemulihan (KP) dengan melihat bahwa proses pemulihan merupakan proses pertumbuhan, yaitu proses yang tidak terjadi dalam sekejap mata, melainkan sebuah proses.
Dua orang atau lebih yang bertemu untuk saling mendukung dan mendorong satu sama lain dalam pemulihan dari kecanduan dapat disebut sebagai sebuah KP. Perlu ditekankan bahwa menghadapi kecanduan bersama orang lain adalah cara yang terbaik untuk keluar dari padanya.
Material di blog ini dapat digunakan dan dibagikan tanpa izin dari blog author sepanjang penggunaannya adalah untuk pelayanan dan tidak mengenakan pungutan biaya apapun.
Popular Posts
-
Aku mulai mengenal pornografi ketika aku berada dibangku SMA. Waktu itu aku mendapat buku bergambar dari teman. Aku juga mulai melakukan mas...
-
Pertama kali saya melihat pornografi adalah ketika saya masih di Sekolah Dasar (SD). Waktu itu ada teman saya yang punya majalah porno. Tida...
-
Bagaimana memulai sebuah KP tergantung dari situasi di mana ada orang-orang yang ingin memulai kelompok itu. Ada kelompok pemulihan yang me...
-
Program Dua Belas Langkah yang diterapkan pada pusat-pusat rehabilitasi Kristen LANGKAH PERTAMA adalah mengakui kelemahan kita. KAMI MEN...
-
Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi pola makan, tidur, perasaan, mood, pemikiran, dsb. Depresi berbeda dari sek...
-
Pornografi dapat diartikan sebagai penggambaran secara eksplisit dalam bentuk Video/DVD/VCD/foto/desktop screen/poster/gambar/buku/komik/ma...
-
Program 12 Langkah lahir dari pergumulan dua orang pecandu alkohol yang ingin lepas dari kecanduan mereka. Bill W dan Dr. Bob mendapati bahw...
Doa Ketentraman Jiwa
Ya Tuhan, karuniakanlah kepadaku
ketentraman jiwa untuk menerima
hal-hal yang tidak dapat aku ubah;
keberanian untuk mengubah
hal-hal yang dapat aku ubah;
dan hikmat untuk membedakan keduanya.
Hidup sehari demi sehari.
Menikmati satu waktu di setiap saat.
Melihat sengsara sebagai jalan pada kedamaian;
sama seperti Dia,
menerima dunia yang berdosa ini
dengan apa adanya, dan percaya
bahwa Ia akan membuat
segala sesuatunya indah
jika aku berserah pada kehendakNya;
supaya aku dapat sedikit berbahagia
dalam hidup ini
dan berlimpah bahagia
ketika aku bersamaNya selama-lamanya.
Amin.