Pemulihan dari Kecanduan Obat Bius

Kecanduan obat bius adalah salah satu bentuk kecanduan yang sangat sulit di atasi. Ketika Anda membaca tulisan ini, dan Anda adalah seorang pecandu, mulailah menaruh situasi Anda dalam sebuah sudut pandang: SULIT BUKAN BERARTI TIDAK BISA.

Jikalau sampai pada paragraf ini Anda masih kurang yakin bahwa obat-obat bius sedang menghancurkan hidup Anda, dan Anda merasa tidak memiliki masalah dengan obat-obat bius, tanyakanlah pada diri Anda apakah Anda telah sungguh-sungguh jujur dengan diri Anda sendiri, karena pengakuan bahwa obat-obat bius sedang menghancurkan hidup kita, dan kita tidak lagi bisa mengendalikan hidup kita adalah penting untuk memulai proses pemulihan. Dan proses ini jauh melampaui detoksifikasi.

Jikalau Anda telah mengakui bahwa Anda punya masalah, Anda juga perlu tahu bahwa ada hari-hari penuh makna yang tersedia bagi Anda, sekalipun kemungkinan Anda belum bisa melihatnya saat ini. Dan ketahuilah bahwa hari-hari itu adalah jauh lebih baik daripada hiburan sesaat untuk kemudian tinggal dalam penyiksaan yang seperti tak ada akhirnya.

Sekarang Anda adalah seorang pecandu, benar, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda adalah manusia terburuk di seluruh dunia. Anda telah mengambil jalan yang keliru, dan sekarang Anda ingin memperbaikinya. Berikanlah diri Anda sendiri kesempatan yang merupakan hak Anda, dan bukan sumbangan dari siapa-siapa itu.

Banyak yang terjebak dalam belenggu obat-obat bius bermula dari coba-coba, Anda adalah orang yang paling tahu sejarah hidup Anda dan bagaimana Anda sampai ’mengenal’ racun itu, dan seperti halnya bagi banyak orang hal ini akan menyakitkan, tetapi ijinkanlah diri Anda untuk memutar kembali waktu dan melihat diri Anda di masa lalu. Bagi kita yang memahami arti kecanduan, hal ini akan membantu kita memetakan ’penyakit’ yang begitu tidak kita inginkan, yang bisa kita singkirkan, namun yang juga kita peluk erat-erat karena takut kehilangannya. Kita perlu memahami penyakit ini, memahami diri kita sendiri, dan memahami pilihan-pilihan yang tersedia bagi kita. Dan dengan pertolongan Tuhan, semoga kita bisa memilih yang terbaik bagi diri kita sendiri – Untuk sekarang ini biarlah kita menargetkan diri kita pribadi, nantinya kelak orang-orang lain juga, mungkin keluarga atau kekasih kita, dan mereka akan berbagi sukacita dengan kita dalam proses ini dan sampai ketika kita akhirnya memaknai hidup kita dengan penuh, dan menuai arti darinya. 

Apakah yang membawa kita pada penggunaan obat-obat bius pertama kali?

Jikalau penyebabnya adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh orang-orang disekitar kita, maka kita harus berhenti menyalahkan orang-orang itu, dan mengambil tanggung jawab itu atas diri kita sendiri. Bukan mereka yang menyebabkan Anda membuat pilihan yang keliru, Anda yang membuat pilihan itu bagi diri Anda sendiri.

Jikalau oleh karena satu dan lain hal, pengenalan Anda akan obat-obat bius adalah karena kesengajaan oleh seorang teman (atau teman-teman), atau siapa saja, biarlah Anda lari dari menyalahkan diri Anda sendiri, atau berandai-andai Anda melakukan sesuatu yang berbeda dari kenyataan yang terjadi. Pada situasi ini, kita perlu menerima semuanya ini sebagai kenyataan; kita mengambil tanggung jawab atas apa yang merupakan tanggung jawab kita, dan tidak menyalahkan diri kita atas apa yang ditimpakan kepada kita. Dari kedua hal ini yang hendak kita petik adalah kita mau memaafkan diri kita sendiri dan orang lain dalam kaitan dengan permasalah ini, dan bahwa fokus kita sekarang ini bukan lagi masa lalu, melainkan masa sekarang. Masa lalu adalah masa lalu, sekarang waktunya untuk melihat masa depan; masa depan yang hanya akan berlangsung terlalu singkat, jika kita tidak mengijinkan Allah merubah diri kita dari perilaku yang sedang menghancurkan hidup kita itu.

Jikalau ini bukan kali pertama Anda berhasrat untuk keluar dari belenggu kecanduan obat bius, Anda telah menyadari bahwa niat kita sendiri takkan pernah bisa mengeluarkan kita dari cengkraman pengaruh obat-obatan itu. Kita membutuhkan intervensi Allah dalam hidup kita. Ia yang selama ini memperhatikan kita, sekalipun kita sama sekali tidak mencariNya, bahkan tidak menghiraukanNya sama sekali. Di sinilah kita perlu memahami bahwa kasih Allah bagi kita itu sempurna adanya. KasihNya adalah kasih yang tidak menuntut apa-apa. Ia mengasihi kita karena demikianlah hatiNya adanya. Ia yang juga meneteskan air mata, karena kita yang Ia ciptakan menurut gambarNya sedang melalui penderitaan ini. Penderitaan yang Ia sangat mengerti karena Ia sendiri telah merasakannya, semata-mata oleh karena Ia merindukan persekutuan dengan kita. Salib itu tanda bahwa Tuhan mengerti penderitaan kita, dan bahwa kita boleh memperoleh keyakinan bahwa Ia tidak akan menolak kita, karena memang ”Kristus mati ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).   

Jikalau Kristus menerima Anda dan mengasihi Anda, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menerima dan mengasihi diri Anda sendiri. Tuhan rela mati untuk setiap kita. Sebegitu berharganya kita di hadapannya, jangan kita menodainya dengan keraguan kita.

Mungkin Anda merasa kurang dikasihi, bahkan mungkin ada orang-orang yang penting bagi Anda yang ”menolak” Anda. Namun, ingatlah bahwa Anda tidak bertanggung jawab untuk hal itu. Anda tidak bisa mengontrol bagaimana orang merasakan perasaannya, karena itu berada di luar kendali Anda. Yang ada di dalam kendali Anda adalah memilih suasana hati yang mencerminkan kedamaian, sirnanya ketakutan, percaya dan bersandar pada Allah. Dari situ akan terpancar kekuatan dalam diri Anda.

Kemungkinan besar Anda menyadari bahwa orang-orang yang mengenal kebiasaan dan tabiat Anda yang lama akan meragukan kekuatan yang mereka lihat muncul dari diri Anda. Maklumilah. Sabarlah dan tekunlah dalam menanti setiap perubahan, hal itu memberi Anda alasan untuk menjalani setiap hari. Dan ketika orang-orang di sekitar Anda menyadari apa yang telah terjadi dalam hidup Anda, hidup mereka pun berubah.

Jangan merasa malu karena kita manusia, dan kita melakukan kesalahan. Terimalah kesalahan sebagai kesalahan dan bukan kegagalan, dan majulah terus; jangan pernah menyerah. Sekarang ini ada fasilitas-fasilitas pemulihan yang sekiranya dapat kita jangkau, jangan kita mencegah diri dari memperoleh manfaatnya. Bentuklah kelompok atau bergabunglah dengan orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mencari pemulihan dari kecanduan obat-obatan, dengan demikian Anda bisa ditopang dan menopang orang lain. Mereka yang paling mengerti perasaan yang Anda miliki, karena mereka juga mengalaminya. Dan karena itu, berbagilah. Pengalaman Anda yang menguatkan akan menguatkan mereka, dan kesalahan Anda akan mengingatkan mereka untuk terus waspada, demikian juga sebaliknya. Berusahalah juga untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu, sekiranya mungkin dan bijaksana. Hal ini adalah bukti nyata dari buah-buah pemulihan yang telah menjadi milik Anda. Dan yang paling penting dari semua ini adalah binalah hubungan yang dekat dengan Tuhan. Carilah kehendakNya dalam hidup Anda setiap hari, dan bersyukurlah. Nikmatilah arti memaknai hidup kita dengan penuh, dan menuai buah dari padanya. 

No comments:

Material di blog ini dapat digunakan dan dibagikan tanpa izin dari blog author sepanjang penggunaannya adalah untuk pelayanan dan tidak mengenakan pungutan biaya apapun.

Popular Posts

Doa Ketentraman Jiwa

Ya Tuhan, karuniakanlah kepadaku
ketentraman jiwa untuk menerima
hal-hal yang tidak dapat aku ubah;
keberanian untuk mengubah
hal-hal yang dapat aku ubah;
dan hikmat untuk membedakan keduanya.
Hidup sehari demi sehari.
Menikmati satu waktu di setiap saat.
Melihat sengsara sebagai jalan pada kedamaian;
sama seperti Dia,
menerima dunia yang berdosa ini
dengan apa adanya, dan percaya
bahwa Ia akan membuat
segala sesuatunya indah
jika aku berserah pada kehendakNya;
supaya aku dapat sedikit berbahagia

dalam hidup ini
dan berlimpah bahagia
ketika aku bersamaNya selama-lamanya.
Amin.